20 Peribahasa Bahasa Jawa Lengkap Arti dan Maknanya

peribahasa bahasa Jawa atau yang sering disebut paribasan, bebasan, dan saloka. Peribahasa tidak hanya menjadi rangkaian kata yang indah, tetapi juga mengandung pesan moral, nasihat, hingga filosofi hidup yang masih relevan sampai sekarang.

Nah, kalau kamu ingin mengenal lebih dalam tentang peribahasa Jawa, berikut kumpulan peribahasa beserta arti dan maknanya.

Peribahasa bahasa Jawa adalah ungkapan yang memiliki makna kiasan untuk menyampaikan nasihat, sindiran, atau ajaran hidup. Dalam budaya Jawa, peribahasa menjadi bagian penting dalam komunikasi karena mampu menyampaikan pesan secara halus namun bermakna.

Secara umum, peribahasa Jawa dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Paribasan, yaitu ungkapan yang maknanya sudah tetap dan tidak menggunakan perumpamaan.
  • Bebasan, yaitu ungkapan yang memakai perumpamaan terhadap keadaan seseorang.
  • Saloka, yaitu peribahasa yang menggunakan lambang atau tokoh tertentu sebagai perumpamaan.

Kumpulan Peribahasa Bahasa Jawa Beserta Artinya

1. Ajining Diri Ana Ing Lathi

Arti: Harga diri seseorang terlihat dari tutur katanya.

Makna: Jagalah ucapan karena perkataan mencerminkan kepribadian seseorang.


2. Ajining Raga Ana Ing Busana

Arti: Penampilan seseorang terlihat dari cara berpakaian.

Makna: Berpakaian rapi menunjukkan rasa hormat kepada diri sendiri maupun orang lain.


3. Becik Ketitik Ala Ketara

Arti: Kebaikan dan keburukan pada akhirnya akan terlihat.

Makna: Sekuat apa pun seseorang menyembunyikan perbuatannya, suatu saat akan terbongkar.


4. Sapa Nandur Bakal Ngundhuh

Arti: Siapa menanam akan memanen.

Makna: Setiap perbuatan akan menghasilkan akibat yang sesuai.


5. Jer Basuki Mawa Bea

Arti: Keberhasilan membutuhkan pengorbanan.

Makna: Tidak ada kesuksesan yang diraih tanpa usaha dan perjuangan.


6. Alon-alon Waton Kelakon

Arti: Pelan-pelan asalkan tercapai.

Makna: Lebih baik berhati-hati daripada terburu-buru dan gagal.


7. Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah

Arti: Kerukunan membawa kekuatan, pertengkaran membawa kehancuran.

Makna: Hidup rukun akan membuat kehidupan lebih damai dan harmonis.


8. Wani Ngalah Luhur Wekasane

Arti: Berani mengalah akan memperoleh kemuliaan.

Makna: Mengalah bukan berarti kalah, tetapi menunjukkan kedewasaan.


9. Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe

Arti: Tidak mementingkan diri sendiri dan rajin bekerja.

Makna: Bekerjalah dengan tulus tanpa mengharapkan pujian.


10. Memayu Hayuning Bawana

Arti: Memelihara keindahan dunia.

Makna: Manusia memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan dan menciptakan kehidupan yang damai.


11. Ngundhuh Wohing Pakarti

Arti: Memetik hasil dari perbuatan.

Makna: Apa yang dilakukan hari ini akan menentukan masa depan.


12. Ana Dina Ana Upa

Arti: Ada hari ada rezeki.

Makna: Jangan mudah putus asa karena setiap hari membawa peluang rezeki.


13. Ojo Dumeh

Arti: Jangan mentang-mentang.

Makna: Jangan sombong karena jabatan, kekayaan, atau kekuasaan.


14. Cebol Nggayuh Lintang

Arti: Orang pendek ingin meraih bintang.

Makna: Menginginkan sesuatu yang terlalu tinggi tanpa kemampuan yang memadai.


15. Esuk Dele Sore Tempe

Arti: Pagi kedelai sore menjadi tempe.

Makna: Orang yang mudah berubah pendirian.


16. Kacang Ora Ninggal Lanjaran

Arti: Kacang tidak meninggalkan lanjarannya.

Makna: Sifat anak biasanya tidak jauh berbeda dari orang tuanya.


17. Tuna Satak Bathi Sanak

Arti: Rugi sedikit tetapi mendapat saudara.

Makna: Hubungan baik lebih berharga daripada keuntungan materi.


18. Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti

Arti: Segala kekuatan akan kalah oleh kelembutan dan kasih sayang.

Makna: Sikap baik dan penuh kasih sering kali lebih ampuh daripada kekerasan.


19. Gemi Nastiti Ngati-ati

Arti: Hemat, teliti, dan berhati-hati.

Makna: Bijak dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan.


20. Sing Sapa Temen Bakal Tinemu

Arti: Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Makna: Ketekunan menjadi kunci mencapai tujuan.

Kumpulan peribahasa bahasa Jawa bukan sekadar rangkaian kata-kata bijak, tetapi juga cerminan nilai kehidupan yang diwariskan oleh para leluhur. Dari “Ajining Diri Ana Ing Lathi” hingga “Jer Basuki Mawa Bea”, setiap peribahasa mengajarkan pentingnya menjaga sikap, bekerja keras, menghormati sesama, dan hidup dengan penuh kebijaksanaan.

Di tengah perkembangan zaman, mempelajari peribahasa Jawa menjadi salah satu cara untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus mengambil pelajaran yang masih sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kumpulan peribahasa di atas dapat menambah wawasan sekaligus menginspirasi untuk terus melestarikan budaya Jawa.

Toko Batik dan Oleh-oleh Khas Jogja

suasana toko Hamzah Batik

Jika Anda senang belajar tentang budaya dan tradisi Jawa? Silahkan mampir mengunjungi Hamzah Batik Malioboro karena di sana Anda dapat menemukan pernak-pernik dan aksesoris khas Jawa. Selain itu ada juga baju batik dan oleh-oleh khas Jogja. Berlokasi di Malioboro depan pasar Beringharjo, Hamzah Batik menyediakan beragam oleh-oleh Jogja seperti batik, camilan, kerajinan, dan cinderamata khas Jogja.

Kunjungi toko Hamzah Batik di Malioboro depan pasar Bringharjo, atau pesan melalui WhatsApp di 08112544239 atau 08112544245. Untuk bantuan atau saran selama berbelanja, hubungi Customer Service di WA 081128293456 atau melalui email cs@hamzahbatik.co.id.