Yogyakarta bukan hanya terkenal dengan Keraton, Malioboro, dan gudeg-nya yang legendaris. Kota budaya ini juga menyimpan kekayaan minuman tradisional yang sarat nilai sejarah dan cita rasa autentik. Dari wedang ronde yang menghangatkan di malam hari hingga es dawet ireng yang menyegarkan di siang terik, setiap minuman khas Jogja punya cerita tersendiri yang layak untuk dikenal lebih jauh.
Jika Anda sedang merencanakan wisata ke Yogyakarta atau sekadar ingin mengenal lebih dalam kekayaan kuliner Nusantara, artikel ini akan memandu Anda mengenal 10 minuman khas Jogja yang paling ikonik, lengkap dengan asal usul, bahan, dan tempat terbaik untuk menemukannya.
10 Minuman Khas Jogja yang Wajib Dicoba
1. Wedang Uwuh
Wedang uwuh berarti “minuman sampah” dalam bahasa Jawa, karena tampilannya yang penuh dedaunan dan rempah-rempah kering. Jangan tertipu namanya karena ini adalah salah satu minuman paling terkenal dari Yogyakarta, dengan sejarah yang berakar di sekitar Makam Raja-Raja Imogiri, Bantul, sejak abad ke-17.
Wedang uwuh terbuat dari campuran jahe merah, kayu secang, kayu manis, cengkeh, daun pala, kapulaga, dan gula batu. Saat diseduh, minuman ini menghasilkan warna merah kecoklatan yang cantik dengan aroma rempah yang kuat dan khas. Khasiatnya pun tidak main-main, dipercaya membantu meningkatkan imunitas, menghangatkan tubuh, dan melancarkan peredaran darah.

Kamu bisa merasakan kesegaran dan khasiat dari Wedang Uwuh’e Raminten yang bisa dibeli di Hamzah Batik Malioboro. Kamu bisa jadikan wedang uwuh Raminten sebagai oleh-oleh untuk keluarga, teman, dan rekan kerjamu. Cara membuatnya sangat mudah, tinggal dicampurkan dengan air hangat – kamu langsung bisa meminumnya.
2. Wedang Ronde
Wedang ronde adalah minuman jahe panas yang disajikan dengan bola-bola ketan isi kacang tanah berbumbu, kolang-kaling, dan potongan roti tawar. Perpaduan rasa pedas jahe, manis gula, dan gurih kacang menjadikannya salah satu minuman paling ikonik yang wajib dicoba saat malam hari di Jogja.
Minuman ini mengandung pengaruh budaya Tionghoa yang sudah berakulturasi dengan tradisi Jawa selama berabad-abad. Di kawasan Malioboro dan Alun-Alun Kidul, wedang ronde mudah ditemukan dijajakan oleh pedagang kaki lima setelah matahari terbenam.

3. Wedang Bajigur
Berbahan dasar santan kelapa, gula jawa, dan jahe, wedang bajigur adalah minuman yang sangat populer di musim hujan atau malam hari yang dingin. Aroma serai dan daun pandan memberikan keharuman khas yang membuatnya berbeda dari minuman hangat lain.
Di banyak warung di Jogja, bajigur disajikan bersama pisang rebus, ketela, atau ubi sebagai pendamping yang sempurna. Tekstur santannya yang kental dan rasa manisnya yang pas dari gula jawa menciptakan pengalaman minum yang sangat memanjakan.

4. Es Dawet Ireng
Berbeda dari dawet biasa, dawet ireng khas Bantul menggunakan air abu merang — abu dari batang padi yang dibakar — sehingga menghasilkan warna hitam pekat yang unik dan tampilan yang mencolok. Disajikan dengan santan kental, gula jawa cair, dan es batu, dawet ireng adalah minuman yang menyegarkan sekaligus mengenyangkan.
Dawet ireng sudah menjadi ikon kuliner Bantul dan sering menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah selatan Yogyakarta dalam perjalanan menuju Pantai Parangtritis.

5. Es Gempol Pleret
Es gempol pleret adalah minuman yang terdiri dari dua komponen utama: gempol (bulatan tepung beras berwarna putih yang lembut) dan pleret (lembaran tipis kenyal dari tepung beras), disajikan dalam kuah santan manis dengan gula jawa dan es batu. Teksturnya yang lembut dan rasa manisnya yang ringan membuat minuman ini cocok untuk semua usia.
Sayangnya, minuman ini termasuk kuliner yang mulai langka. Kini hanya bisa ditemukan di beberapa warung tertentu, menjadikannya pengalaman kuliner yang istimewa bagi siapa pun yang berhasil menemukannya.

6. Jamu Gendong
Jamu gendong adalah minuman herbal tradisional yang dijajakan oleh ibu-ibu dengan menggendong bakul berisi berbagai botol jamu. Di Yogyakarta, tradisi ini masih terjaga dengan baik dan menjadi bagian dari warisan budaya tak benda yang dilindungi.
Jenis jamu yang umum dijual antara lain beras kencur (menyegarkan dan meningkatkan nafsu makan), kunyit asam (melancarkan pencernaan), pahitan (antibiotik alami), cabe puyang (meredakan pegal linu), dan kunci suruh (menjaga kesehatan wanita). Masing-masing memiliki manfaat kesehatan yang sudah teruji secara empiris selama ratusan tahun.

Kalau kamu bingung cari muman jamu gendong yang enak? Kamu bisa langsung beli di Hamzah Batik Malioboro. Mulai dari 3000 saja kamu bisa merasakan beragam jamu gendong dengan rasa kunir asem, beras kencur, paitan, dan empon-empon. Kamu juga bisa membeli dalam kemasan botol mulai dari 10.000 saja.
7. Wedang Secang
Wedang secang menggunakan kayu secang (Caesalpinia sappan) sebagai bahan utama yang memberikan warna merah alami yang memesona tanpa pewarna buatan. Perpaduan dengan jahe, cengkeh, dan kayu manis menciptakan minuman dengan rasa yang kaya dan kompleks.
Secang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan kaya antioksidan. Minuman ini sering dikonsumsi sebagai alternatif kesehatan alami. Banyak kafe dan kedai modern di Jogja kini menyajikan wedang secang dengan sentuhan kontemporer, menjadikannya populer di kalangan wisatawan muda.

8. Cendol / Dawet Susu Jogja
Meski cendol dikenal di seluruh Indonesia, versi Jogja memiliki keunikan tersendiri. Cendol di sini disajikan dengan santan segar yang kental dan gula jawa asli yang dipanen dari pohon aren di pegunungan sekitar Yogyakarta, menghasilkan rasa yang lebih kaya dan autentik dibanding cendol kebanyakan.
Beberapa warung kini menambahkan inovasi berupa susu segar dari peternakan di lereng Gunung Merapi, menciptakan varian dawet susu yang creamy dan segar — pilihan sempurna di siang hari yang terik.

9. Bir Pletok Jogja
Meski namanya mengandung kata “bir”, bir pletok sama sekali tidak mengandung alkohol. Minuman ini terbuat dari campuran jahe merah, kayu secang, serai, kapulaga, dan berbagai rempah lainnya. Di Jogja, bir pletok bisa dinikmati dalam keadaan panas maupun dingin, dengan rasa yang kompleks – pedas, manis, dan sedikit asam secara bersamaan.
Minuman ini aman dinikmati oleh semua kalangan, termasuk anak-anak dan wisatawan yang menghindari alkohol. Justru rasa rempahnya yang unik menjadi daya tarik utama yang membuat banyak wisatawan penasaran.

10. Susu Segar Merapi
Kawasan lereng Gunung Merapi, khususnya di daerah Cangkringan dan Pakem, memiliki peternakan sapi yang menghasilkan susu segar berkualitas tinggi. Susu ini dijual langsung dalam bentuk murni maupun diolah menjadi berbagai rasa seperti stroberi, coklat, dan vanila — semua menggunakan susu yang dipasteurisasi di tempat.
Wisatawan yang mengunjungi kawasan agrowisata lereng Merapi bisa menikmati susu segar langsung dari peternak dan melihat langsung proses produksinya, sebuah pengalaman wisata edukatif yang tak terlupakan.
Toko Batik dan Oleh-oleh Khas Jogja

Jika Anda ingin merasakan beragam minuman khas Jogja dalam kemasan sachet instant, Anda dapat membelinya di Hamzah Batik karena di sana Anda dapat menemukannya di toko batik dan oleh-oleh terbesar dan terlengkap di Jogja yaitu Hamzah Batik. Berlokasi di Malioboro depan pasar Beringharjo, Hamzah Batik menyediakan beragam oleh-oleh Jogja seperti batik, camilan, kerajinan, dan cinderamata khas Jogja.
Kunjungi toko Hamzah Batik di Malioboro depan pasar Bringharjo, atau pesan melalui WhatsApp di 08112544239 atau 08112544245. Untuk bantuan atau saran selama berbelanja, hubungi Customer Service di WA 081128293456 atau melalui email cs@hamzahbatik.co.id.





