Kalau bicara soal kuliner Jogja, banyak orang langsung ingat gudeg, bakpia, atau sate klathak. Padahal, ada banyak juga makanan kering khas Jogja yang nggak kalah menarik untuk dicoba. Jenis makanan ini biasanya punya daya tahan lebih lama, praktis dibawa pulang, dan cocok dijadikan stok camilan di rumah atau oleh-oleh untuk keluarga.
Menariknya lagi, makanan kering dari Jogja bukan cuma soal rasa, tapi juga punya nilai tradisi yang masih kuat. Beberapa di antaranya bahkan sudah dikenal sejak lama dan masih eksis sampai sekarang karena cita rasanya yang khas. Buat kamu yang lagi cari referensi camilan awet dari Jogja, artikel ini bisa jadi panduan yang pas.
Kenapa Makanan Kering Khas Jogja Banyak Dicari?
Ada beberapa alasan kenapa makanan kering khas Jogja cukup populer, terutama di kalangan wisatawan. Pertama, makanan jenis ini lebih tahan lama dibanding makanan basah, jadi aman dibawa untuk perjalanan jauh. Kedua, kemasannya biasanya praktis dan mudah disimpan. Ketiga, rasanya tetap khas dan punya nuansa tradisional yang bikin kangen suasana Jogja.
Selain itu, makanan kering juga cocok buat segala suasana. Mau dijadikan teman minum teh, suguhan tamu, bekal perjalanan, sampai hampers, semuanya masuk. Nggak heran kalau banyak orang sengaja mencari camilan kering khas Jogja saat liburan.
10 Rekomendasi Makanan Kering Khas Jogja yang Wajib Dicoba
1. Geplak
Geplak adalah salah satu makanan tradisional yang cukup ikonik dari Yogyakarta, terutama dari daerah Bantul. Camilan ini terbuat dari kelapa parut dan gula yang dibentuk bulat kecil dengan warna-warna cerah.
Rasa geplak cenderung manis dengan tekstur yang agak padat namun tetap lembut saat digigit. Meski terkesan sederhana, geplak punya penggemar sendiri karena cita rasanya yang khas dan nuansa tradisionalnya sangat terasa. Buat yang suka makanan manis, geplak bisa jadi pilihan menarik.

2. Yangko
Kalau bakpia sering disebut sebagai oleh-oleh populer Jogja, maka yangko juga layak masuk daftar. Makanan ini berbentuk kotak kecil, teksturnya kenyal, dan biasanya ditaburi tepung. Sekilas memang mirip mochi, tapi yangko punya karakter rasa dan sejarah yang berbeda.
Yangko biasanya hadir dalam berbagai rasa, seperti kacang, cokelat, stroberi, hingga durian. Karena termasuk makanan yang cukup awet untuk beberapa waktu, yangko sering dijadikan buah tangan khas dari Jogja.

3. Kipo Kering
Kipo dikenal sebagai jajanan tradisional khas Kotagede. Biasanya kipo hadir dalam bentuk basah, tapi sekarang mulai banyak inovasi camilan dengan konsep kipo kering yang lebih tahan lama. Ini jadi alternatif menarik buat yang ingin menikmati rasa khas kipo dalam versi yang lebih praktis.
Ciri khas rasa kipo tetap terasa dari perpaduan manis gurih yang unik. Produk seperti ini biasanya diburu wisatawan yang ingin membawa nuansa jajanan tradisional Jogja dalam bentuk oleh-oleh yang lebih awet.

4. Peyek Tumpuk
Peyek memang bisa ditemukan di banyak daerah, tapi peyek tumpuk khas Jogja punya penggemar tersendiri. Bentuknya lebih tebal, renyah, dan isian kacangnya melimpah. Ada juga varian lain seperti peyek teri atau peyek kedelai.
Camilan ini cocok buat teman makan nasi, tapi juga enak dimakan langsung sebagai snack. Teksturnya renyah dan rasanya gurih, jadi sering jadi favorit banyak orang untuk oleh-oleh.

5. Tiwul Instan
Tiwul identik dengan makanan tradisional berbahan dasar singkong. Di Jogja, tiwul bukan cuma dikenal sebagai makanan nostalgia, tapi juga berkembang jadi produk yang lebih praktis seperti tiwul instan. Meskipun bukan makanan kering yang langsung dimakan begitu saja, produk ini termasuk kategori makanan awet yang cocok dibawa pulang.
Tiwul instan biasanya dikemas rapi dan mudah diolah di rumah. Buat yang ingin mencoba cita rasa tradisional Jogja dengan cara yang lebih praktis, makanan ini patut dicoba.

6. Gatot Kering
Selain tiwul, ada juga olahan singkong lain yang cukup lekat dengan kuliner tradisional Jogja, yaitu gatot. Saat ini beberapa produk olahan tradisional hadir dalam bentuk yang lebih tahan lama, termasuk versi kering atau setengah jadi.
Makanan berbasis singkong seperti ini punya daya tarik tersendiri karena terasa sederhana, tradisional, dan mengingatkan pada kuliner rumahan khas Jawa. Bagi pecinta makanan jadul, ini jelas jadi pilihan yang menarik.

7. Emping Melinjo
Emping melinjo juga jadi salah satu camilan kering yang cukup mudah ditemukan di Jogja. Rasanya khas, sedikit pahit tapi gurih, dan justru itu yang bikin nagih. Emping bisa dimakan langsung atau dijadikan pelengkap makanan lain.
Sebagai oleh-oleh, emping cukup praktis karena tahan lama dan mudah dibawa. Banyak orang memilih emping karena cocok dinikmati kapan saja, baik untuk camilan sendiri maupun suguhan di rumah.

8. Keripik Belut
Kalau sedang mencari makanan kering khas Jogja yang gurih dan unik, keripik belut wajib masuk daftar. Camilan ini cukup terkenal, terutama dari daerah yang memang punya sentra olahan belut.
Keripik belut punya tekstur renyah dengan rasa gurih yang kuat. Biasanya dibumbui dengan rempah khas, sehingga rasanya semakin mantap. Buat yang suka camilan asin dan berbeda dari biasanya, keripik belut bisa jadi opsi menarik.

9. Bakpia Kering
Selain bakpia basah yang lembut, sekarang juga ada varian bakpia kering yang lebih renyah dan tahan lama. Bentuknya bisa mirip pastry kecil atau camilan panggang dengan isian kacang hijau, cokelat, keju, dan lainnya.
Bakpia kering cocok buat yang ingin membawa oleh-oleh khas Jogja tanpa khawatir cepat basi. Rasanya tetap khas, tapi teksturnya berbeda dan lebih praktis untuk perjalanan.

10. Abon Sapi atau Abon Ayam Khas Jogja
Meski abon tidak selalu identik hanya dengan satu daerah, produk abon khas Jogja juga cukup banyak dicari sebagai makanan kering untuk oleh-oleh. Teksturnya ringan, rasanya gurih-manis, dan tahan lama.
Abon cocok disimpan di rumah untuk lauk praktis atau taburan makanan. Karena awet dan fleksibel penggunaannya, makanan ini juga sering dibeli wisatawan sebagai buah tangan.

Salah satu kelebihan utama dari makanan kering khas Jogja adalah kepraktisannya. Kamu nggak perlu buru-buru menghabiskannya dalam sehari, dan lebih tenang saat membawanya ke luar kota. Ini yang bikin makanan kering jadi pilihan aman buat oleh-oleh.
Selain itu, variasinya juga banyak. Ada yang manis, gurih, tradisional, sampai yang modern. Jadi kamu bisa menyesuaikan dengan selera keluarga atau teman yang akan diberi oleh-oleh.
Toko Batik dan Oleh-oleh Khas Jogja

Jika Anda mencari oleh-oleh khas Jogja, Anda dapat menemukannya di toko batik dan oleh-oleh terbesar dan terlengkap di Jogja yaitu Hamzah Batik. Berlokasi di Malioboro depan pasar Beringharjo, Hamzah Batik menyediakan beragam oleh-oleh Jogja seperti batik, camilan, kerajinan, dan cinderamata khas Jogja.
Kunjungi toko Hamzah Batik di Malioboro depan pasar Bringharjo, atau pesan melalui WhatsApp di 08112544239 atau 08112544245. Untuk bantuan atau saran selama berbelanja, hubungi Customer Service di WA 081128293456 atau melalui email cs@hamzahbatik.co.id.





