Jamasan Keris atau sering disebut juga jamasan pusakamerupakan tradisi masyarakat Jawa untuk merawat dan menghargai peninggalan leluhur. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap pusaka yang diwariskan oleh sesepuh kepada para penerusnya.
Istilah “Jamasan” sendiri sangat lekat dengan masyarakat Yogyakarta dan Solo, dua daerah yang hingga kini masih mempertahankan tradisi pembersihan pusaka, terutama keris.
Jamasan dilakukan sebagai prosesi pemandian atau pembersihan benda pusaka milik Keraton, termasuk keris yang dianggap memiliki nilai spiritual dan historis tinggi.
Biasanya, Jamasan Keris dilaksanakan pada bulan Sura, tepatnya di hari Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon. Tradisi ini telah berlangsung sejak masa Sultan Agung, yang menciptakan Kalender Jawa dengan memadukan kalender Saka dan kalender Islam.
Tata Cara Jamasan Keris dan Pusaka
Dalam prosesi jamasan, keris dicuci menggunakan warangan — cairan tradisional yang dibuat dari campuran jeruk nipis, serbuk batu warang, dan kadang ditambah air kelapa. Kandungan asamnya berfungsi untuk menghilangkan karat dan kotoran pada bilah keris.
Tujuan utama dari jamasan adalah merawat fisik dan spiritual benda pusaka agar tetap terjaga dan tidak kehilangan tuahnya. Namun bagi sebagian masyarakat Jawa, ritual ini memiliki makna lebih dalam — sebagai bentuk pembersihan diri.

Proses ini mengajarkan nilai-nilai luhur seperti kesabaran, ketelitian, tirakat, dan doa. Seorang yang menjamas keris diharapkan mampu merefleksikan makna spiritual tersebut dalam kehidupannya.
Diyakini pula bahwa pusaka yang dirawat dengan baik dapat memberikan perlindungan dan ketenangan batinbagi pemiliknya. Sebaliknya, jika diabaikan, energi positif yang menyertainya dapat memudar.
Tentang Keris
Mengenal Keris Jawa menjadi bagian penting bagi masyarakat yang mencintai budaya Nusantara. Sebab, memahami keris berarti turut melestarikan warisan budaya leluhur.
Keris adalah senjata tikam khas Nusantara berbentuk belati dengan bilah yangruncing, tajam, dan berlekuk. Ia berbeda dari senjata lain karena mengandungunsur filosofi, spiritualitas, dan seni tinggi.
Umumnya, keris terdiri dari tiga bagian: bilah (mata pisau),hulu (gagang), dan warangka (sarung). Setiap bagian memiliki makna simbolik yang mendalam dan diukir dengan penuh ketelitian.
Bahan pembuat keris sangat beragam, mulai dari besi, logam, kayu, gading, hingga logam mulia. Pada masa lalu, keris digunakan sebagai senjata perang sekaligus benda sakral dalam ritual adat dan persembahan.
Kini, keris banyak digunakan sebagai aksesori busana adat ataukoleksi seni bernilai tinggi. Ia juga menjadi simbol kecerdikan budidan kebijaksanaan dalam budaya Jawa.

Sejak tahun 2005, Keris Indonesia telah diakui olehUNESCO sebagai Warisan Kecerdikan Budi Dunia Non-Bendawi Manusia, menegaskan posisi pentingnya dalam sejarah dan budaya dunia.
Tempat Membeli Keris
Bagi para kolektor benda antik, Hamzah Batik Malioboro menyediakan berbagai pilihan keris dan benda klasik lainnya. Anda juga dapat mengunjungi Pameran Keris “Napak Suran” yang digelar pada 17–23 Juli 2023, menampilkan koleksi budayawan Yogyakarta serta sesi lelang keris.
Selain pameran, Hamzah Batik juga memberikan edukasi budaya — mulai dari sejarah keris, filosofi, hingga cara perawatannya. Semua ini bertujuan agar generasi muda tetap mencintai dan memahami warisan leluhur.
Tidak hanya keris, di Hamzah Batik Anda juga dapat menemukan lukisan, pajangan meja, dan pernak-pernik interior klasikyang cocok untuk koleksi atau hiasan rumah.
Jika Anda mencari pusat oleh-oleh di Jogja, maka Hamzah Batik Malioboro adalah jawabannya! Selain Bakpia Raminten, tersedia juga cinderamata unik, camilan jadul, minyak herbal, serta berbagai produk batik, jamu, dan kerajinan khas Jogja.
Selain berbelanja, Anda juga bisa menikmati pertunjukan budaya seperti Sendratari Sang Hanoman, Raminten Cabaret Show, Tari Klasik Jogja, Sabtu Kliwon, dan Caos Dhahar.
Informasi terkini tentang jadwal dan promo dapat dilihat di Instagram @hamzahbatikofficial atau melalui desty.page/hamzahbatikofficial.
Hamzah Batik Malioboro buka setiap hari pukul 07.00–24.00 WIB. Selain sebagai pusat oleh-oleh terlengkap, Hamzah Batik juga menjadi pusat aksi, atraksi, dan edukasi budaya Jawa.
Di Hamzah Batik, Anda tidak hanya dapat mengenal keris Jawa lebih dalam, tetapi juga turut melestarikan budaya Jawamelalui setiap langkah dan pengalaman wisata yang berkesan.***
*dari berbagai sumber


